Konfigurasi Router Jaringan WAN
18.52
Di sini kita asumsikan kita akan
membangun jaringan WAN antar daerah menggunakan Satelite….misalnya suatu
perusahaan pertambangan X yang berkantor pusat di jakarta mempunyai dua
lokasi daerah pertambangan misalnya Y yg ada di Kalimantan dan Z di
Sulawesi…yang mana 2 derah tersebut merupakan daerah pedalaman yang
belum ada jaringan komunikasi GSM maupun CDMA..kalaupun ada sinyal
sangat lemah sekali…
Agar ketiga
lokasi ini dapat saling berkomunikasi maka Perusahaan X membangun
komunikasi via Satelite…di kantor pusat akan dipasang Antenna VSAT 2,4 M
dengan 2 transmisi dan 2 receiver masing2 dengan rate 128Kbps untuk
masing2 remote yang ada di Sulawesi dan Kalimantan. sedangkan yang ada
di remote kita pasang antenna Vsat 2,4 M dengan 1 transmisi dan 1
receiver yg juga dengan rate 128Kbps.
Anggap
saja untuk pemasangan Satelitenya sudah selesai dan sudah beres..dan
sekarang langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi router di tiap2 Vsat
agar dapat saling terkomunikasi..saya yakin teman2 juga sudah tahu
fungsi dari router itu apa…sehingga tidak perlu kita jelaskan lagi…yang
terpenting dari komunikasi sebenarnya adalah data dan voice…karena itu
akan lebih baik kalau kita memakai router yang sudah ada card voice-nya
karena tidak memrlukan perangkat tambahan lain…akan tetapi untuk
konfigurasinya akan sedikit mengalami keslitan terutama untuk QOS-nya
apalagi jika rate-nya kecil…..akan tetapi kita pakai router biasa (tanpa
voice card ) juga bisa akan tetapi kita perlu alat tambahan yang kita
sebut multiplexer…alat ini yang akan membagi antara data dengan Voice
juga didukung kemudahan dari alat ini untuk QOS voice-nya..
QOS
adalah semacam pembagian bandwidth untuk data dan voice yang apabila
kedua-nya digunakan bersamaan maka keduanya tetap punya kualitas yang
baik atau setidaknya voice-nya tetap baik tetapi apabila kita tidak
menggunakan voice maka rate dari data kita akan naik…
untuk
yang pertama ini akan kita gunakan router yang support voice pada
konsep WAN ini…di Hub-nya (jakarta) menggunakan router cisco 1760
sedangkan di masing2 remote menggunkan router 1751. sebelum kita mulai
konfigurasi router..kita tentukan dulu IP-address yang akan di gunakan…
Misalnya :Jakarta : 192.168.0.0/24
Kalimantan:192.168.1.0/24
Sulawesi:192.168.2.0/24
Sebelum
di pasang di aplikasi sebaiknya router2 tersebut kita test
konfigurasinya secara loopback…jadi nanti kalau ada kesalahan
konfigurasi bisa mudah untuk memperbaikinya…
Ok..langsung
saja kita mulai untuk konfigurasi routernya..kita asumsikan ini router
baru….jadi masih default.sebellum kita konfigurasi ke routingannya..kita
akan konfigurasi di dasarnya terlebih dahulu…seperti hostname dan
password2 untuk console-nya….
- Mengubah Hostname router>ena (masuk ke priviledge user)
- Memberi password jakarta(config)#enable password admin (mengaktifkan password “admin” bagi setiap orang yg akan masuk ke user priviledge)
- Mengaktifkan telnet jakarta(config)#line vty 0 4 (mengaktifkan telnet atau masuk ke line telnet)
- Memberi IP Address
router#conf t (masuk ke menu untuk merubah konfigurasi)
router(config)#hostname Jakarta (mengubah hostname router menjadi jakarta)
jakarta(config)# (sekarang hostname telah berubah menjadi jakarta)
jakarta(config)#enable secret 4dm1n (mengaktifkan password secret)
jakarta(config)wr (menyimpan konfigurasi)
apabila
perintah2 ini sudah kita buat..maka setiap kali kita mau meng-console
user..maka yang pertama keluar adalah permintaan password…lalu bila kita
mau masuk ke user priviledge juga akan minta password lagi.yang kedua
ini kita isi dengan password secret tadi.
User Access VerificationPassword: (kita isi dengan admin)
jakarta>ena
Password: (kita isi dengan 4dm1n)
jakarta#
jakarta(config-line)#login
jakarta(config-line)#enable password admin (untuk mengaktifkan telnet kita harus memberinya password)
jakarta#sh ip int br
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
FastEthernet0/0 unassigned YES manual administratively down down
Serial0/0 unassigned YES manual administratively down down
Serial0/1 unassigned YES manual administratively down down
karena belum kita beri ip address sama sekali maka statusnya akan tampak seperti diatas..
memberi ip address :
jakarta(config)#int fa0/0 (masuk ke interface fast ethernet ditulis Fa0/0)
jakarta(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.0 (format penulisan IP address)
jakarta(config-if)#no shut (menghidupkan status dari port Fa0/0)
jakarta(config-if)#exit (keluar dari interface fast ethernet)
jakarta(config)#int s0/0 (masuk ke interface serial 0/0)
jakarta(config-if)#ip add 172.16.10.1 255.255.255.252 (ip address interface serial)
jakarta(config-if)#no shut
jakarta(config)#exit
untuk interface serial 0/1 pemberian ip addressnya sama tinggal kita sesuaikan dengan IP-nya.
untuk
kedua router yang ada di daerah konfigurasinya disesuaikan dengan IP
address yang rencana mau kita pakai..dan disesuaikan dengan gambar.
routing :
fungsi
utama dari sebuah router adalah untuk routing atau menghubungkan satu
jaringan dengan jaringan yang lain.karena itu perlu kita buat
routingngan pada router2 kita agar ketiga jaringan yang kita buat dapat
saling terhubung.
format penulisan dari routingan :
router(config)#ip route [net id yang dituju] [netmask] [gateway]dalam hal ini menjadi
jakarta(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 172.16.10.2
artinya setiap ada request ke jaringan 192.168.1.0/24 (ini berarti dari ip 192.168.1.1-192.168.1.254) akan diteruskan melewati interface 172.16.10.2
begitu juga untuk ke router yang satunya
jakarta(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 172.16.20.2
biasanya router yang di jakarta terhubung ke internet lewat proxy atau semacamnya kita asumsikan di jakarta ada proxy dengan ip private-nya 192.168.0.254.
maka di router yg jakarta kita buat routingan ke internet melalui proxy agar router2 yang di daerah juga terhubung ke internet.
jakarta(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.0.254
ini adalah default routing..artinya kemanapun dia request dan netmask-nya berapapun dia akan melewati 192.168.0.254.
bila yang di jakarta sudah di setting routingan sedemikian rupa maka yang di daerah juga harus kita sett routingannya.kita asumsikan yang di daerah sudah ada IP address seperti yang ada pada gambar.karena router yang ada di kedua daerah merupan ujung dr pada jaringan kita maka kemanapun di mau request ke jaringan lain mau tidak mau di akan melewati gateway yg sama karena itu untuk daerah kita buat default routing.
kalimantan(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.20.1
dengan routingan seperti ini maka kemanapun dia mau keluar dia akan memakai 172.16.20.1 sebagai gateway-nya.begitu juga untuk router yang satu lagi kita buat seperti ini